Manajemen Energi

Pernahkah anda bermasalah dengan rutinitas dan pekerjaan yang tidak kunjung usai? Apakah anda juga memiliki masalah dengan waktu (yang membuat anda berharap satu hari lebih dari 24 jam) atau malah sebaliknya? Apakah anda merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk bekerja, berolahraga, waktu untuk rekreasi bagi anda sendiri? Atau bahkan anda yang telah memiliki anak tidak merasa cukup dekat dengan anak anda karena merasa tidak punya waktu untuk mereka? Anda tidak sendiri, kebanyakan orang memiliki permasalahan yang sama. Berdasarkan penelitian terkini menunjukkan pengaturan energi lebih penting dibandingkan mengatur waktu. Pertanyaan yang kemudian terbesit di benak saya, bagaimana mungkin bisa mengatur energi apabila tidak mengatur waktu anda terlebih dahulu?

Perbedaan antara waktu dan energi yang mendasar adalah waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan energi  merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui. Pengaturan energi ternyata dapat memberikan efek secara langsung kepada pengaturan waktu anda. Secara umum semua manusia memiliki waktu yang sama dalam seharinya, yaitu 24 jam. Tetapi tiap orang akan memiliki tingkat produktifitas yang berbeda dalam satu harinya. Bayangkan apabila perbedaan dalam satu hari dikalikan 7 untuk satu minggu dan 30 untuk satu bulan dan seterusnya. Akan ada perbedaan yang sangat signifikan antara satu orang dengan yang lainnya.

Anda bisa melihat dari teman kantor anda atau dari lingkungan sekitar anda. Mereka yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya sehingga dalam satu hari mereka mampu mengerjakan segala jenis pekerjaan dengan cepat dan tepat. Seolah-olah mereka memiliki cadangan energi yang luar biasa, sehingga arti 24 jam bisa menjadi lebih bermanfaat dan efektif bagi mereka. INGAT, waktu tidak dapat diputar kembali tetapi energi anda bisa!! Energi tersebut kemudian dikategorikan menjadi 4 jenis yang berbeda, energi fisik, energi emosi, energi mental dan energi spiritual. Berikut penjelasannya.

Energi fisik berasal dari energi badan anda. Orang memiliki kapasitas energi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Semakin anda jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, semakin rendah pula level energi fisik anda. Anda bisa bandingkan kolega anda yang giat berolahraga dalam seminggu paling tidak sekali dengan kawan anda yang jarang berolahraga, kemampuan mereka untuk dapat bertahan pada perubahan musim dan daya juang mereka akan berbeda. Bahkan dalam penelitian disebutkan bahwa orang yang giat olahraga akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik. Untuk meningkatkan energi fisik anda, berikut ini yang perlu dilakukan:

  1. Makan-makanan yang sehat dan bergizi.
  2. Berolahrga teratur.
  3. Biasakan istirahat awal apabila anda tidak memiliki aktivitas yang penting.
  4. Ambil istirahat kecil setiap interval dalam bekerja, 2 menit setiap 20 menit.
  5. Makan camilan kecil setiap 3 jam untuk recharge energi anda.
Untuk 3 point pertama apabila anda lakukan tingkat energi maksimal anda akan bertambah, sedangkan untuk 2 point terakhir digunakan untuk mengisi kembali energi anda yang telah digunakan.
Energi Emosi merupakan pencitraan dari perasaan anda. Semakin bersemangat anda, semakin berbahagia perasaan yang anda rasakan, semakin tinggi pula energi yang anda miliki. Pernahkan anda merasakan energi anda begitu meluap-luap seolah-olah tidak ada habisnya ketika anda melakukan sesuatu yang anda senangi? Atau ketika anda berbahagia, mendapatkan hadiah, cinta anda diterima oleh orang yang anda senangi, ataupun mendapatkan promosi pekerjaan, anda akan lebih bersemangat dalam mengerjakan kegiatan anda?? Betul?! Begitu juga sebaliknya, apabila anda sedang merasakan kondisi yang tidak menyenangkan ataupun dalam keadaan sedih, pasti anda akan merasakan tidak bersemangat dan energi anda seperti cepat terkuras habis. Untuk dapat mengatur keadaan emosi anda berikut ini yang harus anda perhatikan.
  1. Biasakan ambil nafas panjang (latihan pernasafasan) saat beraktifitas baik dalam keadaan suka maupun duka. Hal ini akan memperlancar peredaran oksigen pada tubuh anda dan anda akan merasakan tubuh lebih ringan, terutama ketika emosi negatif sedang anda rasakan.
  2. Isi kembali emosi anda dengan memberi dan menerima masukan positif dari lingkungan anda. Jangan sungkan untuk memulai terlebih dahulu mengucapkan hal yang baik terhadap orang di sekitar anda, baik secara langsung ataupun melalui media elektronik. Pastikan anad menyuntikan perasaana anda dalam pesan tersebut.
  3. Coba pahami segala sesuatu dari kaca mata yang berbeda. Apabila anda tertimpa musibah dan anda menggunakan kacamata yang terbalik sebagai “pengamat”, anda akan merasakan mendapatkan pembelajaran dari peristiwa tersebut dibandingkan anda menggunakan kacamata “korban” dimana anda akan merasakan lebih sedih.
Energi Mental dalam kesehariannya adalah energi yang kita gunakan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu. Kekuatan mental dapat dilatih dan ditingkatkan layaknya kekuatan fisik. Usahakan untuk mengurangi distraksi dari lingkungan anda. Contoh yang memberikan distraksi paling besar adalah hp, terutama bagi anda yang menggunakan smart phone, apabila belum dapat bijak menggunakannya energi anda akan tersita pada device tersebut. Latihannya adalah dengan menyetel waktu tertentu kapan anda mengecek email, sms, social messenger. Pada waktu tersebut anda baru bisa melakukan pengecekan. Kemudian berlatihlah untuk tetap pada satu pekerjaan, misal membaca, selama waktu yang telah ditentukan secara bertahap. Review ulang usaha anda secara berkala untuk melihat sejauh mana perkembangan anda.
Energi Spiritual  merupakan energi yang anda dapatkan dari semangat anda. Kesukaan anda pada suatu hal akan memberikan energi yang lebih, atau bahasa gaulnya passion. Selain itu energi ini bisa didapatkan juga dari suatu tempat yang berarti bagi anda, atau atmosfer seperti apa yang anda senangi juga dapat memberikan tambahan energi tersebut. Biasakan mengerjakan pekerjaan yang anda senangi di tempat yang nyaman bagi anda. Apabila anda terpaksa mengerjakan sesuatu yang tidak anda senangi, cobalah tawarkan pekerjaan tersebut pada orang lain yang menyenangi pekerjaan tersebut, delegasikan tugas sesuai dengan kemampuan dan kesukaan.
Anda dapat menerapkan manajemen energi ini pada lingkungan tempat anda bekerja. Sediakanlah tempat khusus untuk beristirahat dimana semua orang bisa menjernihkan kembali pikirannya pada tempat tersebut. Apabila diperlukan anda bahkan dapat menyediakan tempat tidur pada ruangan tersebut untuk memberikan fasilitas yang mendukung pemulihan energi pada karyawan tempat anda bekerja. Anda dapat menyediakan fasilitas olahraga pada tempat anda bekerja, apabila anda rasa terlalu mahal dan menghabiskan tempat, anda dapat memebrikan subsidi untuk menjadi member pada gym tertentu. Berikan panduan bagi manajer untuk melakukan pendekatan bagi karyawan terutama pada saat makan siang, saat jam santai dengan memberikan kata-kata positif.
Selamat mencoba!!
Sumber: Harvard Business Review dan Brain Rules